Berita

Home/Berita/Rincian

Perencanaan Rumah Kaca Kaca Cerdas

1. Pemilihan lokasi rumah kaca

Konstruksi rumah kaca harus dilakukan di daerah dengan kondisi pencahayaan yang baik, medan datar, kondisi geologi teknik yang baik, dan tingkat air tanah rendah, dan menghindari daerah yang rawan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan ventilasi angin. Lokasi konstruksi rumah kaca harus memiliki sumber air dan listrik yang memenuhi kebutuhan produksi dan kehidupan. Prioritas harus diberikan kepada lokasi dengan sumber daya panas bumi dan limbah industri [1], dan lokasi dengan drainase yang baik untuk mengalirkan kelebihan air hujan tepat waktu. Jika lokasi tidak rata, perlu diratakan. Pada saat yang sama, perlu untuk menghindari gedung-gedung tinggi, pohon-pohon dan penghalang lainnya. Jika tidak mungkin untuk menghindarinya, ruang yang cukup harus ditinggalkan untuk memastikan pencahayaan rumah kaca. Selain itu, lokasi dengan transportasi yang mudah harus dipilih.

2. Orientasi rumah kaca
Orientasi rumah kaca sebaiknya menghadap utara-selatan, karena cahaya merupakan kondisi terpenting bagi pertumbuhan tanaman. Tata letak utara-selatan dapat membuat pencahayaan di setiap posisi rumah kaca lebih merata, sehingga area budidaya tanaman dapat memperoleh cahaya yang cukup. Jika kondisi aktual di lokasi tidak dapat memenuhi orientasi utara-selatan, maka perlu diutamakan tempat yang dapat terkena sinar matahari dari pagi hingga siang, karena sinar matahari pagi lebih lembut dan dapat mendorong pertumbuhan tanaman.

3. Penentuan tinggi rumah kaca
Ketinggian konstruksi rumah kaca diukur dari ketinggian talang. Ketinggian talang mengacu pada ketinggian dari tanah ke talang. Secara umum, ketinggian rumah kaca yang lebih tinggi dapat memberikan lingkungan pertumbuhan yang baik untuk tanaman di rumah kaca dan lingkungan kerja yang nyaman bagi pekerja. Karena semakin tinggi ketinggian talang, semakin besar jumlah udara yang terkandung di dalam rumah kaca, semakin mudah untuk mengendalikan lingkungan di dalam rumah kaca, dan semakin nyaman operasi otomatis dalam proses produksi, semakin fleksibel pilihan metode produksi. Penentuan ketinggian rumah kaca harus mempertimbangkan tinggi tanaman dan metode penanaman (budidaya gantung, penanaman tanah). Ketinggian rumah kaca adalah 2 hingga 3 meter lebih tinggi dari bagian atas tanaman untuk memastikan sirkulasi udara bagian atas dan menghindari efek buruk pada tanaman karena suhu udara bagian atas yang terlalu tinggi. Pada saat yang sama, persyaratan ruang untuk peralatan mekanis untuk beroperasi di rumah kaca juga harus dipertimbangkan, seperti ketinggian kendaraan pemetik ke titik tertinggi.

4. Pertimbangkan kelancaran rute transportasi selama proses produksi dan pengemasan. Perlu mempertimbangkan situasi keseluruhan dan memastikan keberlangsungan setiap tahap. Tidak dapat dirancang secara sepihak atau terlokalisasi. Misalnya, rute transportasi jalur produksi harus direncanakan terlebih dahulu untuk memastikan kelancaran transportasi dari pemetikan ke jalur sortir, bengkel pengemasan, dan kemudian ke gudang.

5. Pertimbangkan rasio biaya-output
Selama tahap desain rumah kaca, penting untuk mempertimbangkan apakah biaya input sebanding dengan manfaat output. Meskipun rumah kaca semi-tertutup telah berkembang secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir, kita tidak boleh membabi buta mengejar teknologi baru. Menurut para ahli Belanda, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hasil akhir tomat yang ditanam di rumah kaca venlo tradisional dan rumah kaca semi-tertutup. Namun, rumah kaca semi-tertutup membutuhkan investasi yang lebih tinggi daripada rumah kaca venlo tradisional dan mengonsumsi lebih banyak energi selama pengoperasian. Oleh karena itu, rumah kaca venlo tradisional masih lebih praktis dan populer di Belanda.