1. Pemilihan bahan rumah kaca
Pemilihan rangka rumah kaca harus mempertimbangkan masa pakai badan rumah kaca, sifat anti karat dan anti korosi rangka, serta kebutuhan cahaya tanaman di rumah kaca. Bila tanaman memiliki persyaratan tinggi untuk kondisi pencahayaan, rangka berlapis semprot putih harus dipilih. Permukaan luar rangka berlapis semprot putih indah dan rapi, dan tabung persegi panjang memiliki permukaan reflektif yang besar. Pada saat yang sama, penerapan cat berlapis semprot yang sangat reflektif secara efektif mengurangi tingkat penyerapan panas. Dalam cuaca panas pada hari-hari cerah di musim panas, suhu permukaan rangka berlapis semprot 1/3 lebih rendah daripada rumah kaca struktur baja biasa. Pemilihan tirai juga harus mempertimbangkan kebutuhan cahaya tanaman. Di rumah kaca dengan produksi yang efisien, sangatlah tepat untuk menggunakan tirai yang sangat reflektif untuk menciptakan lingkungan pencahayaan yang baik bagi tanaman.
2. Ventilasi alami
Siapkan ventilasi udara dengan area yang cukup sehingga volume ventilasi yang dirancang dari sistem ventilasi dapat memenuhi volume ventilasi maksimum yang diperlukan. Ventilasi alami adalah cara yang paling penting dan ekonomis untuk mendinginkan rumah kaca. Desain ventilasi jendela atas harus memiliki jendela bawah angin dan jendela yang menghadap angin, karena arah angin berubah sepanjang tahun, dan jendela yang menghadap angin memiliki efek pendinginan dan dehumidifikasi yang baik. Ketika rumah kaca perlu didinginkan sedikit, skylight bawah angin dapat dibuka. Selain itu, di musim panas, kombinasi jendela bawah angin dan jendela yang menghadap angin dapat digunakan untuk pendinginan melalui ventilasi alami, menghindari peningkatan biaya pengoperasian di kemudian hari karena pembukaan kipas tirai basah yang prematur.
3. Kurangi permukaan yang diarsir
Luas unit rumah kaca di Belanda cukup besar, dan rangka atap dipasang hanya pada arah talang. Rangka atap sebagian besar rumah kaca di negara saya dipasang pada arah talang dan teluk. Berdasarkan perhitungan struktur, metode pemasangan di Belanda ini dapat digunakan sebagai acuan untuk menghemat biaya sekaligus mengurangi permukaan rangka atap yang ternaungi.
Saat memasang sistem gorden, permukaan yang diarsir setelah gorden ditarik harus diperhatikan. Sebaiknya gunakan metode pemasangan gorden kabel. Meskipun metode pemasangan ini memiliki persyaratan yang sangat ketat pada proses pemasangan, metode ini dapat menghemat biaya dan mengurangi area yang diarsir dibandingkan dengan metode pemasangan sistem gorden rak dan pinion.
4. Pertimbangkan efek penghematan energi dari berbagai bentuk pemasangan tirai
Pemasangan tirai segitiga: Bila area rumah kaca besar, suhu di dalam rumah kaca tidak merata, sehingga terjadi perbedaan suhu yang besar antara tanaman. Kombinasi tirai insulasi internal dan tirai segitiga dapat digunakan untuk membentuk beberapa area kecil agar suhu di setiap area kecil lebih seimbang.
Pemasangan gorden yang berlawanan: Saat gorden dibuka sepenuhnya, udara tidak bersirkulasi. Saat pelindung internal dan insulasi internal dipasang di sisi yang berlawanan, sirkulasi udara dapat ditingkatkan. Namun, perlu dipastikan bahwa jarak antar gorden kecil setelah ditarik, jika tidak, permukaan pelindung akan bertambah.
5. Penempatan pipa pemanas antar kolom yang wajar
Posisi pipa pemanas antar tanaman yang berbeda memiliki efek yang berbeda pada pematangan buah. Ketika pipa pemanas ditempatkan pada posisi tongkol buah pertama, itu akan mempercepat perubahan warna buah dan memajukan masa panen, yang cocok untuk tomat dengan masa panen yang panjang. Ketika pipa ditempatkan di tengah (setara dengan posisi tongkol buah ketiga dan keempat), buah dapat membengkak, tetapi karena nutrisi akar yang tidak mencukupi, ia tidak dapat memasok nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman, sehingga mengakibatkan masa panen yang lebih pendek. Oleh karena itu, rumah kaca yang saat ini digunakan untuk menanam tomat semuanya menggunakan pipa pemanas lapis ganda. Sebelum mendesain, Anda harus berkomunikasi dengan baik dengan teknisi penanaman, mengklarifikasi kebutuhan penanaman mereka, dan menentukan lokasi pipa pemanas secara wajar.
6. Keseimbangan suhu dan kelembaban
Sistem semprotan bertekanan tinggi, yang banyak digunakan di Belanda, dapat mencapai kontrol yang tepat terhadap kelembapan dan suhu udara, dan dapat mengontrol penyerapan air pada daun tanaman dengan lebih baik. Suhu rumah kaca yang tidak ternaungi dapat dikurangi hingga 5 derajat, dan suhu rumah kaca yang ternaungi dapat dikurangi hingga 7 derajat. Sistem semprotan bertekanan tinggi dapat memberikan pelembapan instan, meminimalkan pertumbuhan bakteri, dan menghindari kerusakan pada tanaman dan bunga.
Sistem semprotan dapat beroperasi pada tekanan yang sangat tinggi sekitar 10 MPa, menghasilkan tetesan halus sekitar 10 μm. Tetesan air halus mendinginkan udara, dan udara dingin bergerak turun ke tingkat tanaman dan kemudian digantikan oleh udara panas yang naik. Keuntungan terbesar dari tetesan yang sangat kecil ini adalah bahwa mereka menguap dengan cepat dan tidak akan jatuh pada daun tanaman, sehingga mencapai efek pendinginan terbaik. Dibandingkan dengan sistem lain, itu juga dapat mengurangi konsumsi air. Jika beberapa tanaman tidak memerlukan pelembapan saat pendinginan, sistem pendingin semprot dapat dipasang di bagian luar atas rumah kaca, yang umumnya dapat mengurangi suhu hingga 1 hingga 2 derajat.
7. Pertimbangkan masalah polusi cahaya
Untuk menghindari polusi cahaya yang memengaruhi kehidupan orang-orang di sekitar, sistem penggulung samping dapat dipasang di sekitarnya. Sistem penggulung samping memiliki tiga fungsi: dapat mengisolasi di musim panas, mencegah panas memasuki rumah kaca, dan berperan sebagai pendingin; dapat menjaga kehangatan di musim dingin, mencegah hilangnya panas di rumah kaca; dan menghindari polusi cahaya.
8. Perhatikan kenyamanan pekerja saat bekerja
Pertimbangkan kenyamanan pekerja di tempat kerja, ciptakan lingkungan kerja yang baik bagi mereka, rangsang semangat mereka untuk bekerja, dan tingkatkan efisiensi kerja mereka. Misalnya, tinggi bak penanaman umumnya 70 hingga 80 cm dari tanah, sehingga pekerja tidak perlu membungkuk dan mudah dioperasikan; cukup pasang jaring pelindung matahari putih di atas lorong rumah kaca untuk menghindari sinar matahari langsung dan mengurangi suhu lorong, yang tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi pekerja, tetapi juga tidak memengaruhi kebutuhan cahaya tanaman di kedua sisi lorong.




